Kobin Aipda Sugeng Jadi Perhatian Komisi VII DPR RI Saat Kunker ke Kampung Batik Okra Surabaya

oleh

 

Kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra Surabaya, Selasa (10/02/2026), tak hanya menyoroti geliat ekonomi kreatif batik. Inovasi sosial berupa Kobin (Kopi Cak Bhabin) yang digagas Aipda Sugeng, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bubutan dari Polrestabes Surabaya, juga menjadi perhatian serius para legislator.

 

Kunjungan yang berlangsung di RW 01 Kranggan, Kelurahan Bubutan itu merupakan bagian dari agenda reses spesifik Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor perindustrian, perdagangan, koperasi, UMKM, BUMN, serta standarisasi nasional. Rombongan hadir bersama pendamping dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI untuk melihat langsung potensi dan perkembangan sentra batik unggulan di Surabaya tersebut.

 

Dalam kunjungan itu, para anggota dewan melihat langsung proses produksi batik okra, inovasi desain, hingga mendengar berbagai tantangan yang dihadapi para perajin dan pelaku UMKM setempat. Dialog pun berlangsung hangat antara legislatif, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mencari solusi bersama untuk mendorong penguatan ekonomi kreatif.

 

Menariknya, di sela kunjungan tersebut, Komisi VII juga mendapatkan paparan mengenai inovasi Kobin yang dijalankan Aipda Sugeng di wilayah Bubutan. Program berbagi kopi gratis dengan sepeda ontel itu dinilai sebagai pendekatan humanis yang memperkuat hubungan sosial sekaligus menciptakan iklim kondusif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat kampung.

 

Kobin selama ini dikenal sebagai ruang interaksi informal antara polisi dan masyarakat. Melalui obrolan santai sambil ngopi, warga menjadi lebih terbuka menyampaikan aspirasi, termasuk persoalan keamanan dan dinamika sosial yang berpengaruh pada aktivitas ekonomi.

 

Kapolrestabes Surabaya, Luthfi Sulistiawan, menyatakan kebanggaannya atas inovasi tersebut. Menurutnya, Kobin merupakan role model pendekatan humanis kepolisian yang mampu memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Kehadiran polisi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kobin menjadi contoh bagaimana komunikasi sosial dibangun dengan cara sederhana namun berdampak besar,” ujarnya.

 

Sinergi antara keamanan dan ekonomi kreatif inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Komisi VII. Sebab, keberhasilan pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh aspek produksi dan pemasaran, tetapi juga oleh stabilitas sosial dan rasa aman di masyarakat.

 

Kampung Batik Okra sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra batik khas Surabaya yang terus berkembang. Produk-produk batik dengan motif okra menjadi identitas unik yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.

 

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan lahir dukungan kebijakan yang lebih kuat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tingkat lokal, sekaligus memperluas akses pasar dan pembinaan bagi para pelaku UMKM.

 

Di sisi lain, inovasi sosial seperti Kobin menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi kreatif juga membutuhkan pendekatan sosial yang kuat. Ketika masyarakat merasa aman, nyaman, dan dekat dengan aparat, maka aktivitas ekonomi pun tumbuh lebih sehat.

 

Kunjungan Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra Surabaya akhirnya tidak hanya menjadi ajang melihat potensi ekonomi, tetapi juga menyaksikan bagaimana inovasi sosial di tingkat kampung mampu menjadi fondasi bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dari batik hingga secangkir kopi, semuanya berpadu dalam semangat kebersamaan untuk kemajuan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.