Warga Sesalkan Kerusuhan Unjuk Rasa Penolakan Omnibus Law di Surabaya

Surabaya – Pasca kerusuhan unjuk rasa penolakan Omnibus Law pada tanggal 08 Oktober 2020 di Surabaya, banyak pihak mengalami kerugian akibat kerusuhan yang dilakukan oleh oknum massa.

Pendemo di Surabaya selain memblokade jalan, juga mengakibatkan kerugian yang besar oleh banyak pihak diantaranya pedagang pinggiran, pertokoan hingga pemberi jasa tranformas seperti ojek online dan lainnya.

Salah satu warga pemilik ruko di sekitaran lokasi unjuk rasa mengatakan kalau bisa jangan sampai ada demo lagi. “Kerugian di warung saya banyak pak, karena warung saya ini dilempari batu, kayu, dan semacamnya, ya mereka yang melempari ini para remaja itu bukan buruh,” ucap salah satu pemilik warung di sekitaran Grahadi yang enggan menyebutkan namanya, Sabtu (10/10/2020).

Menurutnya menyampaikan aspirasi itu harus dengan santun, profesional dan masuk akal bukan dengan kerusuhan.

“Dikit-dikit demo, sana-sini demo, Yang di demo itu apa,  kalau demo itu harus professional pak bukan dengan mnutup jalan, bukan dengan perusakan, jangan asal ikut-ikutan Dan harus ada tujuanya biar jelas pak,” pesan salah satu ojek online.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*