Unit PPA Polrestabes Surabaya Lagi- lagi Bongkar Traficking Online

Wakasatreskrim Didampingi Panit PPA merealese Tersangka beserta dengan korbannya
Wakasatreskrim Didampingi Panit PPA merealese Tersangka beserta dengan korbannya

Surabayaraya 30/9/2016 : Lagi- lagi perdagangan orang khususnya kaum perempuan terjadi lagi melalui media sosial. Pelakunya tidak lain adalah sebuah komunitas terselubung yang memanfaatkan media sosial (Facebook). Seperti halnya satu tersangka berinisial MR (27) warga Jl. Jeruk Sidoarjo dengan empat korbannya yang saat ini diamankan oleh unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Perempuan bertubuh langsing dan berambut pirang ini merupakan seorang perempuan yang sangat lihai untuk melakukan aksi prostitusi terselubung tersebut. Pasalnya, dengan bermodal pengalaman yang sudah cukup lama berkecimbung dalam dunia haram itu. Tidak dipungkiri, MR selalu mulus untuk melakukan aksinya.

MR sendiri yang berdalih saat dibekuk petugas, ia mengaku cuma sebagai pengantar korban ke Hotel Cleo jln Walikota Mustajab Surabaya. Akan tetapi, petugas yang sudah mengantongi cukup bukti, akhirnya MR tidak bisa membantah lagi saat di tangkap petugas, di salah satu tempat Hotel di daerah tersebut.

Wakasat Polrestabes Surabaya,Kompol Bayu Indra Wiguno menjelaskan, tersangka ini adalah memang benar seorang mami (mucikari). Tersangka adalah penyedia perempuan-perempuan yang rata rata masih muda dan kebanyakan bekerja sebagai PL (pemandu lagu).”Terangnya.

Sementara, modusnya yaitu ketika ada yang memesan PSK dari jasa tersangka, kemudian kepada laki laki hidung belang tersangka ini menarifnya dengan tarif Rp.1.000.000 (satu juta rupiah) sekali boking untuk msing masing korban.dari tarif tersebut tersangka rencananya mengambil keuntungan sebesar Rp.200,000 (dua ratus ribu rupiah) dari masing masing korban.
Setelah pelanggan dan tersangka bersepakat untuk bertransaksi, kemudian dari sanalah terjadilah pertemuan. “Sebab, pelanggan harus membayar uang dimuka (DP) sebelum melakukan aksinya, setelah itu uang kekurangannya dikasihkan lagi setelah pelanggan selesei melakukan eksekusi”pungkasnya.

Dikabarkan sebelumnya, petugas juga mengamankan tiga wanita yang menjadi korban Trackffiking yang masih muda, yang bernama PT (20) asal jln Krukah Utara, TR (21) asal jln Ngagel Rejo dan FB (29) asal jln Pakis Tirto Sari Surabaya.

Ketiga wanita yang mempunyai tarif Rp 1 juta sekali kencan ini, dikendalikan oleh MR. Karena tawaran uang yang menggiurkan, maka mereka terjun ke dunia prostitusi tersebut. Ketiganya diamankan petugas di hotel Cleo di jln Walikota Mustajab Surabaya.

“Selain itu, untuk pembagiannya sendiri mereka (ketiga korban), di kasih 800 ribu , setiap selesai melakukan tugasnya untuk melayani, kemudian yang sisanya, di kasihkan kepada mami (mucikari) tersebut.” Tandas Bayu Indra Wiguno.***Ars

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*