Unit PPA Polrestabes Surabaya Amankan Seorang Pria Pelaku Cabul Terhadap Anak Kandung

Surabayaraya.com – Tersangka berinisial AM (54) warga Karang Asem, Surabaya ditangkap oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah diketahui menyetubuhi anak kandungnya, sebut saja BR, selama 10 tahun.

Persetubuhan sedarah ini dilakukan tersangka sejak tahun 2008.

Aksi ini dilakukan AM kepada putrinya sejak berusia 13 tahun, pada saat kondisi rumah sepi.

Aksi itu dilakukan AM di kamar anaknya, kamarnya sendiri dan kamar mandi.

“Ini kasus yang miris, kami mengungkap perkara ini ngelus dada, artinya 10 tahun perbuatan itu. Bapak ini 10 tahun memaksa anaknya, menyetubuhi anak kandungnya yang dilakukan di rumah itu,” kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Senin (28/1/2019).

Setelah 10 tahun menghadapi perbuatan sang ayah, korban yang mulai beranjak dewasa memberanikan diri kabur dari rumah dan dirinya kemudian mengadu kepada tantenya, hingga kemudian didukung untuk melaporkan perbuatan tersebut ke polisi.

“Korban saat ini sudah berusia 23 tahun, kuliah dan dapat beasiswa. Terakhir dilakukan bapaknya tanggal 21. Dia kabur tanggal 23 dan melapor besoknya (24/1/2019),” ujar Ruth Yeni.

Ruth menambahkan, korban yang tertekan dengan beban psikisnya kemudian melaporkan ke Unit PPA Polrestabes Surabaya.

“Saat dilakukan penangkapan di rumah tersangka, tersangka sempat mengelak dan tidak mau mengaku. Apalagi ibu kandung korban tidak tahu apa-apa,” pungkas Ruth.

Semenjak empat tahun lalu, tindak asusila itu dilakukan tersangka di rumah yang dihuninya saat istri pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Korban yang sedang menonton tv sepulang sekolah, dipaksa untuk menuruti kemauan tersangka.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, selama itu tersangka juga mengancam korban untuk tidak menceritakan perbuatan ayahnya.

Namun, setelah empat tahun perlakuan itu, korban akhirnya bercerita ke ibunya lantaran tersangka kerap melarang korban keluar rumah dan selain itu, korban juga bercerita merasa sakit akibat perlakuan ayahnya.

“Yang jelas bapaknya bilang tidak boleh cerita ke siapapun, ancaman jangan bilang ke ibu. Karena dongkol sama bapaknya nggak boleh keluar rumah, dia cerita,” kata Ruth Yeni.***fal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*