Ungkap 3 Keanehan Di Balik Keputusan KPU

Tri Rismaharini.

Surabaya,(DOC)Calon Wali Kota incumbent Surabaya, Tri Rismaharini ungkap ada tiga keanehan terhadap keputusan KPU yang mencoret pasangan Rasiyo-Dhimam Abror karena dianggap berkas yang disetorkan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Saya selalu katakan bahwa ada sesuatu yang aneh, tapi saya tidak menuduh siapa,” ungkapnya di Rumah Dinas Walikota Surabaya, Selasa (1/9/2015).

Ia mengungkapkan, satu minggu sebelum pengumuman dirinya masih disuruh merevisi dokumen kelengkapan berkas pencalonan. “Artinya itu masih terjadi pada pasangan lain. Pertanyaannya kenapa, pasangan lain tidak bisa merevisi, atau mungkin tidak merevisi, kenapa ada yang kurang,” terang Risma biasa disapa.

Kedua, lanjut dia, yang dianggap aneh yakni nomor materai yang tidak mungkin sama. Menurutnya, saat dirinya menerima surat rekom pencalonan dari PDIP. Dirinya dapat 3 rangkap surat rekom dan bermaterai.

“Bagi saya tidak mungkin nomor materai bisa sama. Karena itu pasti palsu yang satu, karena kami di PDIP ada 3 rangkap. Pasti semuanya diatas materai dan pasti semuanya dan serinya paasti berbeda. Dan misalkan tandatangan.

Saya sehari bisa tandatangan bisa ratusan lembar, pasti ada saat saya marah saat membaca dan beda tekanannya, ada saatnya saya capek.

“Kalau ditanya itu itu tandatangan saya, saya oh ya itu asli ya sudah to,” jelas dia.

Ketiga, soal pajak, mantan Kepala DKP dan Bappeko Surabaya ini mengungkapkan jika Abror di KONI mendapat gaji, otomatis akan dipungut pajak secara rutin serta tiap tahun n diminta laporan pajak (SPPT). “Jadi tidak mungkin tidak ada NPWP tidak mungkin. Pasti dipungut pajak dan setiap tahun dimintai laporan pajak itu,” lanjutnya.

Apakah ada kecerobohan KPU dan ada yang bermain? “Saya tidak pernah bilang seperti itu, saya cuma ngomong ada yang aneh, saya tidak berani nuduh, yang berani nuduh dan ngecek itu pasti bukan saya yang berwajib. Cuma saya bilang ada yang aneh,” jawab Risma.(r7)