Tidak Terima Disenggol, Keroyok Korban Sampai Tak Sadarkan Diri Menggunakan Sajam

Petugas Menunjukkan Barang Bukti dan Kondisi Korban yang saat ini sedang di Rumah Sakit.

Petugas Menunjukkan Barang Bukti dan Kondisi Korban yang saat ini sedang di Rumah Sakit.

Surabayaraya 23/5/2016 : Akibat joget telalu asik, akhirnya membuat petaka. Hal itu dilakukan oleh WF (24) warga Ds. Panjeruhan Kec. Kedundung Kab. Sampang. Pria yang tinggal di sekitar pasar buah jalan Kalimas ini ditangkap polisi usai membacok Junaidi (30) warga Sampang Madura. Alasannya karena tersangka tidak terima setelah disenggol korban saat berjoget di kafe Jalan Tidar, Surabaya.

Kasubnit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Ipda Ketut Redana menjelaskan kejadian tersebut bermula saat WF bersama empat temannya datang ke sebuah kafe di Jalan Tidar, Surabaya pada Minggu (22/5).

“Dalam kondisi setengah mabuk, merekapun semakin tidak bisa mengendalikan diri sehingga mereka maju ke depan dan berjoget bersama dengan pengunjung lain,” terangnya.

Merasa Menikmati lantunan musik disko, tanpa sengaja siku korban mengenai pundak WF. Hal ini membuatnya tidak terima, sehingga keduanya sempat beradu mulut hingga berakhir saling tonjok. dan membuat WF tersungkur.

“Merasa kalah, tersangka kemudian keluar dari kafe, akan tetapi bukannya pulang melainkan dia memanggil teman-temannya untuk mengereyok korban,” jelasnya.

Empat temannya yang juga dalam kondisi mabuk menyanggupi ajakan WF. Bahkan salah satu tersangka yang saat ini menjadi DPO mengambil celurit di rumahnya yang tidak jauh dari kafe. Setelah itu, keempat pelaku langsung masuk ke dalam kafe dan langsung mengereyok korban. Selain memukul, mereka juga membacok korban hingga terluka parah akhirnya dilarikan ke RSUD Dr Sutomo.

Sementara itu, kepada petugas tersangka mengaku khilaf telah melakukan pengeroyokan itu. karena dirinya dalam kondisi mabuk. Tersangka juga mengaku dia tersingung dengan sikap korban yang tidak meminta maaf setelah sikunya menyenggol tubuhnya.

Sebagaimana dalam pasal 2 ayat (1) UU No. 12 /DRT/1951 Jo. asal 170 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Pengroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan menggunakan senjata tajam, alamat tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun.***Ars