Tes Psikologi Ulang Untuk Anggota Reskrim Pemegang Senjata Api

Kasubbag Psipers memberikan arahan kepada peserta tes

Kasubbag Psipers memberikan arahan kepada peserta tes

Surabayaraya 15/9/2016 : Sebanyak 148 anggota Reskrim ( Reserse Kriminal ) Polrestabes Surabaya, menjalani tes Psikologi penggunaan senjata api di Gedung Polisi Istimewa.

Tes psikologi penggunaan senjata api yang digunakan saat bertugas oleh anggota ini, berlangsung dengan didampingi oleh 1 Tim Bagian Psikologi Polda Jatim.

Adapun anggota yang menjalani tes ini, mulai dari yang berpangkat Brigadir hingga Ajun Komisaris Polisi. Mereka menjalani berbagai tes dalam Lembar Monitoring Perilaku Anggota (LMPA), dengan berbagai kategori soal yang diberikan.

Tim membagikan lembar LMPA Kepada anggota peserta tes

Tim membagikan lembar LMPA Kepada anggota peserta tes

Kepala Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Polda Jatim. AKBP Dra. Eka Sariana Himawati, Psi mengatakan, tes psikologi ini dilakukan untuk mengetahui kecakapan anggota dalam menggunakan senjata api.

“Ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan, intelektual, dan kelayakan anggota untuk memegang senjata api, tingkat emosional, pengendalian diri dan penyesuaian diri dalam bertugas,” terang Sariana.

Kabag Psikologi itu menambahkan, selain untuk menguji kelayakan anggota dalam memegang senjata api. Hasil tes ini akan menentukan, anggota mana saja yang layak menggunakan senjata api dalam bertugas.

Anggota melaksanakan pengisian lembar tes

Anggota melaksanakan pengisian lembar tes

Sementara itu, Kasubbag Psipers Bagpsi Biro SDM, Ajun Komisaris Polisi Dwi Khrismawan menekankan, selain di uji secara psikis, para anggota juga akan dinilai layak, atau tidaknya memegang senjata dalam tugasnya nanti dan juga sekaligus berkeliling memantau pengisian lembar LMPA yang diisi oleh anggota.

“Tes psikologi ini juga untuk mengetahui pengendalian emosional anggota dalam menggunakan senjata api nantinya,” tambah Dwi.

Kriteria anggota polisi yang tidak berhak memegang senjata api ini diantaranya, sedang dalam masalah keluarga, memiliki penyakit kronis, malas bertugas, dan mengalami gangguan kejiwaan, atau sedang depresi. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 wib sampai dengan 14.30 wib.***Ars