Sidang lanjutan terdakwa Ust. Sugi Nur Raharja (Gus Nur) di Pengadilan negeri Surabaya Jl. Arjuna 16 – 18 Surabaya

Surabayaraya.com – Di ruang sidang Cakra Pengadilan negeri Surabaya Jl. Arjuna 16 – 18 Surabaya telah berlangsung sidang lanjutan dengan terdakwa Ust. Sugi Nur Raharja (Gus Nur), No. Perkara 1233/Pid.Sus/2019/PN.Sby, tuntutan pasal 27 ayat 3 junto pasal 45 ayat 3 UU No. 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang diikuti 200 orang yang terdiri dari Warga NU, Banser dan Perguruan Silat Pagar Nusa serta 50 Orang dari simpatisan Paslon 02 dan FPI Surabaya. Kamis pukul 12.25 (13/06/2109).

Latar belakang permasalahan perkara terhadap terdakwa adalah bahwa Terdakwa sdr. SUGI NUR RAHARJA AL. GUS NUR pada hari Minggu, tanggal 20 Mei 2018, atau pada suatu waktu pada bulan Mei 2018, bertempat di Pondok Pesantren Tafid Quran Karamah Jl. Zebra I No. 13 A Kel. Birobuli Utara Kec. Palu Selatan Kota Palu Sulawesi Tengah, atau pada suatu tempat dimana Pengadilan Negeri Surabaya berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut (Pasal 84 ayat (2) KUHAP), dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan / atau mentransmisikan dan / atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan / atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan / atau pencemaran nama baik, perbuatan mana.
Adapun perangkat persidangan yaitu Slamet Riadi( Hakim ketua), Jihad Askanudin( Hakim anggota), Dwi Winarko( Hakim anggota ), Agus Widodo( Panitera pengganti ), Tanto Agusta ( Panitera pengganti ), Basuki Wiryawan (Jaksa ), Novan Arianto (Jaksa ), Darmawati Lahang (Jaksa ), Muhammad Nizar (Jaksa ), Oki Muji Astuti (Jaksa ), Darwis (Jaksa ), Suparlan (Jaksa ), M.Nur Rahmad SH (Kuasa hukum terdakwa), dan Andri Ermawan SH (Kuasa hukum terdakwa).

Sidang tersebut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yaitu KH Ma’ruf Syah ( Dosen Unusa/wakil Dewan Tanfidziyah PWNU Jatim ), KH Nurudin ( Wakil Rois Suriah PWNU Jatim ), Sdr. M Nizar. ( Wakil ketua pimpinan cabang Ansor ) dan Sdr. M. Syukron Dosi.( Wakil Sekertaris PWNU Jatim ).

“Sebagai warga NU berhak melaporkan segala bentuk pelecehan secara Kelembagaan terhadap NU dan Sebagai seorang dai tidak pantas memberikan ceramah yang berisi kata kata kotor/ kasar yang secara tidak langsung dapat berpengaruh kepada masyarakat” Kata KH. Maruf Syah.

Seluruh rangkaian kegiatan sidang telah selesai dengan aman dan agenda persidangan berikutnya akan dilanjutkan kembali pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2019 pukul 10.00 Wib dengan agenda mendengarkan keterangan 3 Saksi Ahli dan 1 Saksi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*