Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Bongkar Home Industri Pembuatan Oli Palsu Berbagai Merk Tak Berijin

IMG_0150Surabayaraya 04/12/16 : Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Surabaya berhasil membongkar Praktik Pabrik/ Home Industri Pembuatan Oli Palsu di Kawasan Jl. Medokan Sawah No.167 Rungkut Surabaya, Sabtu (03/12/16).

Rumah Produksi milik tersangka berinisial FR (43), warga Rungkut Asri Blok RL 3B Surabaya ini, terpaksa harus ditutup oleh Petugas Kepolisian karena tidak memiliki ijin produksi dan ijin edar. Selain Pemilik Usaha, Polisi juga mengamankan 7 Rekannya yang selama satu tahun ini membantu tersangka FR untuk memproduksi Oli Palsu dan memasarkannya.

IMG_0163Kini Pelaku berikut barang bukti ribuan botol Oli Palsu hasil produksi tersangka telah diamankan di Mapolrestabes Surabaya.Dirumah tersebut tersangka memproduksi berbagai merk oli diantaranya Federal, Ultratec, Yamalube, Suzuki dan Castrol.

Kelompok ini memulai usahanya sejak 2015, satu tahun silam. Dari pengakuan tersangka FR. dirinya membeli bahan-bahan di antaranya oli Parafinc dalam bentuk drum, bahan adiktif atau pengental oli dalam bentuk drum dan pewarna dalam bentuk serbuk dan bahan lain berupa botol-botol kosong, stiker, segel, lakban bertuliskan merek, kardus merek, tali pengemas kardus dan lainnya.

Yang kemudian olehnya dibawa ke tempat produksi yang beralamat di Jl. Medokan sawah No.167 Surabaya yang mana dalam pengerjaannya dibantu 7 orang karyawan yang masing-masing bertugas dan tanggung jawab masing-masing.

IMG_0210Wakasat Reskrim Polrestabes Kompol Bayu Indra Wiguno menjelaskan, berdasarkan informasi dari masyarakat terkait pembuatan oli palsu tersebut, sehingga tempat tersebut digrebek oleh anggota Satreskrim Polrestabes.

Modusnya, proses awal pembuatannya yaitu oli parafinc dalam drum dipindahkan ke suatu wadah yang telah dicampur bahan aktif, kemudian di mixer untuk proses pengadukan.  Apabila produk yang akan dihasilkan dibutuhkan pewarna, maka diberikan warna sesuai dengan permintaan.

Kegiatan tersebut dilakukan secara berulang-ulang, setelah diisi dan ditutup kemudian botol dimasukkan dalam dus sebelum dilakukan pengemasan botol tersebut diberi kode dengan menggunakan mesin laser print.

“Tersangka menjual oli produksinya tersebut dengan harga lebih murah dari oli yang asli yaitu tersangka menjual dengan harga Rp.410.000 per dus dengan wilayah penjualan di luar Jawa yakni NTB, NTT dan Irian Jaya”, kata Bayu, Sabtu (03/12/2016).

Bayu melanjutkan,kepada petugas tersangka mengaku belum pernah menjual diwilayah Jawa Timur.
Keuntungan dalam satu bulan mencapai 15 sampai dengan 17 juta, di mana perbotolnya keuntungan yang didapat kurang lebih Rp1.500,dan produksinya mencapai ribuan botol.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, semua tersangka akan dijerat dengan pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 huruf d uu no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 106 No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 120 ayat 1 UU No 3 tahun 2014 tentang perindustrian.***day.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*