Polrestabes Surabaya Gagalkan Peredaran Pil Ekstasi Bernilai Puluhan Juta Rupiah

Surabayaraya,com– Satreskoba Polrestabes Surabaya Berhasil mengamankan dua pengedar narkoba jenis ekstasi. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan puluhan butir ekstasi yang disimpan dalam kotak permen.

Kedua pelaku tersebut masing-masing berinisial RH (26), asal Kedinding Tengah Baru dan CA (32), warga Tuwowo Surabaya.

Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Yusuf Wahyudiono, SIK didampingi Kompol Rety Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa pengungkapan kasus Narkotika Jenis Ekstasi dalam bungkus permen ini merupakan modus baru.

“Berawal dari informasi masyarakat dan ditindak lanjuti oleh petugas sehingga pada hari Senin, 12 November 2018 sekitar pukul 12.30 WIB di sebuah rumah di Jl Jagir Sidosermo Surabaya, Anggota Unit II Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial RH,” jelas Kompol Yusuf.

Dari tangan RH Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik berisi 15 butir Pil Ekstasi warna hijau logo XTC seberat 6,12 gram; 1 (satu) bungkus plastik berisi 5 butir Pil Ekstasi warna hijau logo XTC seberat 2,10 gram; 1 (satu) buah buku tabungan; 1 (satu) lembar bukti transaksi penjualan ekstasi; 1 (satu) buah kotak permen; 1 (satu) buah tas warna hitam; 2 (dua) buah HP.

“Kepada Polisi, tersangka RH mengaku mendapatkan barang haram tersebut dengan cara membeli dari seseorang yang berada di Lapas Pamekasan berinisial AN,” lanjutnya.

Tersangka RH mendapatkan barang haram tersebut secara ranjau seharga 10.350.000,- Sedangkan uang yang digunakan untuk membeli barang haram tersebut adalah dari hasil patungan bersama seorang temannya yang berinisial CA dengan perjanjian bahwa saat barangnya laku keuntungannya akan dibagi bersama.

“Berdasar keterangan dari RH akhirnya tersangka CA juga berhasil diamankan pada Senin, 12 November 2018 sekitar pukul 18.30 WIB di sebuah rumah di Jl. Ngagel Rejo Utara Surabaya,” tambahnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 (satu) buah HP berisi percakapan / komunikasi dengan tersangka RH serta 1 (satu) buah buku tabungan.

Kepada petugas tersangka mengaku baru satu bulan ini menekuni profesi sebagai penjual barang haram. Dan dari mana kedua tersangka tersebut mendapatkan pasokan barang haram, masih ditelusuri lebih lanjut.

“Kepada kedua tersangka, Polisi menjerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo.Pasal 132 Ayat (1) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara/ seumur hidup,” pungkas Kompol Yusuf.***day

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*