Periksa Barang Bawaan CJH Asal Pameksan, Polisi dan PPIH Temukan Ratusan Rokok

Polrestabes Surabaya (20/07/2018) : Sebanyak 472 slop rokok dari berbagai merek, ditemukan petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Ratusan rokok ini, ditemukan dari 91 koper Calon Jamaah Haji kloter 13 asal Pamekasan, Madura.

Selain dari kloter 13 asal Pamekasan, petugas PPIH juga menemukan 52 slop rokok berbagai merek, 20 pack jamu, serta 1 pack obat perapat organ kewanitaan dari 11 koper CJH kloter 12 asal Pamekasan, Madura.

Kanit Binmas Polsek Sukolilo, IPDA Boediono Oetojo selaku Perwira Pengendali (Padal) yang juga mendampingi petugas PPIH saat memeriksa koper CJH mengatakan, mekanisme pembukaan tas Koper besar adalah dengan cara PPIH memanggil CJH satu persatu.

“Lalu CJH diminta untuk membuka tas koper besar bawaannya masing-masing dengan disaksikan petugas,” kata Boediono.

Pemeriksaan intensif terhadap koper milik CJH ini, dikatakan Boediono bermula dari kecurigaan petugas PPIH dan petugas jaga dari Kepolisian, yang mencurigai barang bawaan CJH tampak berlebihan.

“Sehingga dengan adanya kecurigaan inilah, petugas melakukan pemeriksaan dan ditemukanlah barang-barang terlarang ini dari koper CJH kloter 12 dan 13,” tandas Boediono.

Uniknya lagi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan sejumlah rokok dari barang bawaan Asmoni, salah seorang CJH asal Pamekasan menyimpan 15 slop rokok yang diselipkan ke dalam beras di sebuah jerigen besar yang dilakban.

Sementara itu, Sutarno, Kepala Seksi Informasi Haji Pada Bidang PHU menegaskan, pihak PPIH telah melakukan sosialisasi terkait barang bawaan saat manasik haji, dan sosialisasi ini sendiri berulang kali dilakukan.

“Kita telah sosialisasikan 6 kali di KUA, dan 2 kali di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tentang barang bawaan, tetapi tetap saja ada yang membawa barang yang dilarang,” tegas Sutarno.

Dari hasil interogasi yang dilakukan, para CJH yang nekad membawa barang terlarang mengaku, bahwa barang-barang tersebut merupakan pesanan rekan dan sanak famili CJH yang bekerja di Saudi Arabia.

“Untuk hasil temuan barang sitaan, maka barang-barang tersebut dibawa petugas daerah untuk dicatat dan disimpan dan akan dikembalikan ke jamaah haji setelah pulang dari tanah suci,” pungkas Sutarno.***cda