Pengedar Sabu Tingkat Nasional Ditindak Tegas Polisi di Surabaya

Surabaya – Seorang pengedar narkoba tingkat nasional menggunakan KTP palsu untuk menyelundupkan barang haram keberbagai wilayah Indonesia.

“Salah satu tersangka menggunakan beberapa KTP palsu, bahkan salah satu KTP palsu yang digunakan tersangka setatus pekerjaannya mengaku sebagai anggota Polri.” Ucap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., Senin (21/09/2020).

Dari keterangan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny  Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P didampingi Kastresnarkoba dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya saat memimpin konferehensi pers ungkap kasus penyalahgunaan narkotika, mengatakan bahwa telah berhasil menangkap 3 orang tersangka 2 diantaranya dilakukan Tindakan tegas dan terukur lantaran berusaha melawan petugas.

Penangkapan terhadap 3 orang tersangka tersebut berawal informasi adanya pemasukan sabu-sabu dari luar Jawa kemudian Satresnarkoba melakukan Analisa dan penyelidikan hingga pada tanggal 17 September 2020 berhasil mengamankan 2 orang tersangka berinisial RR (22) alamat Palembang dan AA (30) asal Palembangan.

“Akhirnya kita berhasil mengungkap jaringan narkoba yang berada dalam perjalanan menuju Surabaya.” Lanjut Kapolrestabes Surabaya.

Pada saat itu kedua tersangka diamankan berada dalam sebuah bus dengan tujuan Jakarta-Surabaya dengan barang bukti kurang lebih 20 kg sabu dan 2 buah hp di daerah Jalan Tol Legundi Mojokerto-Gresik, diketahui keduanya berangkat dari Pekanbaru Riau.

Kemudian dilakukan introgasi dan penyelidikan, akhirnya petugas berhasil mengantongi sebuah nama tersangka baru berinisial MN (41) asal Surabaya dan berhasil diamanakan di sebuah Hotel kawasan Tanjung Perak Timur.

Setelah diperikasan dan introgasu kepada petugas tersangka RR dan MN mengaku masih menyimpan barang disebuah tempat di daerah Wonorejo Timur dan Perak Utara Surabaya. Akhirnya petugas di bagi menjadi dua tim untuk membawa kedua tersangka menuju lokasi yang ditunjukkan.

Saat sampai ke lokasi yang ditunjukan oleh tersangka RR mengambil sebuah sajam berupa parang dari tas ransel warna hitam untuk berusaha melawan dan melukai petugas.

Karena dianggap membahayakan petugas melakukan tembakan peringatan ke udara, namun tersangka RR terus berusaha melawan dan melukai petugas dengan terpaksa anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang mengawalnya melakukan Tindakan tegas dan terukur.

Usai dilumpuhkan petugas langsung membawa tersangka ke Rumah Sakit Dr. Soetomo untuk diberikan pertolongan. Namun, saat diperjalanan tersangka telah meninggal dunia.

Dilain tempat tim yang membawa tersangka MN mengalami peristiwa yang sama mendapat perlawanan dari tersangka, akibat serangannya seorang tersangka mengalami luka di lengan kiri.

Anggota yang lain melihat satu rekannya diserang langsung dengan sigap terpaksa juga melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga tersangka MN meninggal dunia.

“Ini adalah kometmen kita, bahwa Satresnarkoba Polrestabes Surbaya sudah berkometmen ini perang tanpa henti terhadap jejaring penyalahgunaan perdagangan peredaran atau pemasukan narkotika di Indonesia khususnya yang ada di Surabaya.” Jelas Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P.

Dari penangkapan terhadap 3 tersangka tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa kurang lebih 21,1 kg sabu, 2 tas ransel, 5 buah hp, 3 KTP palsu dan 2 sajam jenis parang.

“Akibat perbuatannya kepada 3 orang tersangka ini dikenakan pasal yang sama yaitu, pasal 114 ayat (2) UU RI no. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati.” Tandas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*