Pelaku Pembunuhan Bayi Tambaksari Diduga Mengalami Gangguan Jiwa Psikotik Akut

IMG_2958Surabayaraya.com, Polrestabes Surabaya (10/01/18) : Polsek Tambaksari Polrestabes Surabaya menangkap PA (30), warga Jalan Ploso Timur VI A, Tambaksari, Surabaya, atas dugaan membunuh anak kandungnya yang masih bayi.

Bayi nahas bernama Gio Rosid Mawardi yang baru berusia 16 bulan ditemukan sudah tak bernyawa oleh saudara ibu kandungnya pada sekitar pukul 19.00 WIB Selasa malam (9/1/2018).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan didampingi Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno dan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar pada hari ini, Rabu (10/01/18) melakukan Press Release di Mapolsek Tambaksari terkait kasus pembunuhan bayi yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri tersebut.

Pada saat kejadian, ibu kandung bayi ini, Sri Mulyani (28), masih bekerja. Kebetulan saudara atau kakak kandung Sri Mulyani ingin mengunjungi sang bayi dan mendapati sedang tergeletak di lantai rumahnya dengan kondisi babak belur penuh luka lebam di sekujur tubuhnya.

Kapolrestabes Surabaya mengatakan bahwa saat kakak kandung Sri Mulyani ingin mendekati bayi yang terlihat sudah tak berdaya itu malah diusir oleh Pa. Kemudian melapor kepada para tetangga dan diteruskan ke kepolisian setempat.

IMG_2977Dugaan sementara, Gio tewas setelah dianiaya oleh ayahnya. Keterangan dari warga sekitar, Pa dikenal sebagai seorang temperamental yang beberapa kali terlihat pernah memukuli istri dan anak bayinya.

Jenazah bayi Gio semula dilarikan oleh warga setempat ke Rumah Sakit Airlangga Surabaya. Namun, polisi telah memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan otopsi.

“Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa Psikotik. Gangguan jiwa ini disebabkan oleh Pelaku yang melihat kenyataan secara berbeda yang ditandai dengan halusinasi atau bisikan-bisikan yang membuat pelaku berperilaku berbeda,” ujar Kombes Pol Rudi Setiawan.

IMG_2943Alumnus Akpol Tahun 1993 ini melanjutkan bahwa hasil otopsi diketahui bahwa korban meninggal dunia karena benturan di tulang kepala bagian depan. Diduga korban dibenturkan ke lantai oleh pelaku. Beberapa sundutan rokok juga ditemukan ditubuh korban.

“Kepada pelaku telah kami lakukan penahanan dan selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan dan diketahui bahwa pelaku ini menderita gangguan jiwa Psikotik Akut berbahaya,” tambahnya.

Proses selanjutnya pelaku akan dibantarkan ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan observasi dan perawatan. Darisana akan diketahui penyebab pelaku mengalami gangguan jiwa dan juga untuk mengetahui bagaimana pelaku melakukan pembunuhan terhadap bayinya.

“Kepada pelaku akan dikenakan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Pasal 80 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kombes Pol Rudi Setiawan.***day