Pagupon Burung Merpati Di Duga Di Jadikan Tempat Ajang Perjudian. Polsek Wonocolo Adakan Musyawarah Bersama Tiga Pilar

Polrestabes Surabaya (7/11/2018) :  Bertempat di Aula Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya jalan Margorejo Indah XIX/1 Surabaya bersama tiga pilar kecamatan Wonocolo menyelesaikan permasalahan sosial (problem solving) keberadaan bangunan pagupon yang terletak di wilayah Siwalankerto Kampung Baru Surabaya yang di duga di jadikan sebagai ajang perjudian burung merpati, Selasa (6/11/2018) pukul 19.30 – 21.15 wib.

Penyelesaian masalah sosial di pimpin oleh camat Wonocolo mewakili tiga pilar kecamatan yang di hadiri oleh 34 (tiga puluh empat) orang undangan diantaranya : Kapolsek Kompol Budi Nurtjahjo, SH, MKn., kanit Binmas Ipda Ni Luh Made Ari, kanit Reskrim Ipda Dwi Hartanto, panit binmas Aiptu Yuni Damayanti, bhabinkamtibmas kelurahan Siwalankerto Aiptu Winarto, bhabinkamtibmas kelurahan jemur wonosari Aiptu Sutrisno, bhabinkamtibmas kelurahan sidosermo Bripka Siswanto, bhabinkamtibmas bendulmerisi Aiptu Panut,  bapulbaket Brigadir Triono Bayu Wardana, SH.,  Koramil 0832/07 Wonocolo, babinsa kelurahan siwalankerto Sertu Dedy Hidayat dan anggota satpol PP Saudara Abdul Aziz, Bapak Deco.

Dari kecamatan Wonocolo dan kelurahan Siwalankerto yang hadir yaitu camat Bapak Dr Denny C. Tupamahu, AP, SH, MPsi., lurah Siwalankerto Ibu Ruri Damayanti, SH, MH., kasi trantib Ibu Rusli Maima, kasatgas linmas Bapak Ami Moedjiono, ketua LPMK kelurahan siwalankerto Bapak Drs. H. Bakri, ketua RW 05 kelurahan Siwalankerto Bapak Zuhdi Suryaka dan ketua RT 07 RW 02 dan perwakilan warga Siwalankerto Kampung Baru, warga RT 07 RW 02 dan warga RT 03 RW 05.

Materi yang di bahas adalah untuk menindak lanjuti surat pengaduan masyarakat (dumas) mengenai adanya judi burung merpati di wilayah Siwalankerto Kampung Baru Surabaya. Di ketahui bahwa di wilayah tersebut berdiri bangunan rumah burung atau pagupon burung merpati milik warga yang sudah terdata sebanyak 17 (tujuh belas) unit.

Masing-masing peserta menyampaikan fakta permasalahannya bahwa sepengetahuan awal berdirinya pagupon tersebut sebagai ternak burung dan hanya untuk lomba bukan perjudian dan pengurus sudah melakukan upaya pendekatan melibatkan unsur 3 pilar. Dan lurah Siwalankerto mengatakan wilayah kampung baru masih dalam sengketa terkait status lahan sehingga kelurahan belum bisa mengambil tindakan dan mengarahkan warga yang sudah menempati untuk kembali ke asal tempat tinggalnya masing-masing. Perwakilan warga saudara Ari Handono menyatakan bahwa melihara burung merpati hanya untuk lomba, sehingga warga yang belum tahu di angggap perjudian dan ketua RT 07 RW 02 Bapak Mashuri merasa bersyukur dengan adanya mediasi ini bisa bersama menjaga lingkungan. Camat Wonocolo berharap permasalahan ini jangan sampai meluas, apalagi sampai memicu tindakan/upaya hukum. Mengenai sengketa status hukum lahan, kecamatan akan koordinasi dengan pemkot dan pihak-pihak terkait dan berharap bisa di selesaikan secara kekeluargaan.

“Dari hasil problem solving rapat koordinasi tiga pilar yang di lakukan saat ini agendanya adalah PMS (penyelesaian masalah sosial)/ (problem solving) dalam rangka menciptakan keamanan & ketertiban di wilayah kelurahan Siwalankerto. Bahwa atas kesepakat bersama, kegiatan lomba burung merpati maupun aktifitas lainnya untuk sementara di hentikan sampai dengan batas waktu yang tidak di tentukan. Dan selanjutnya akan di rumuskan pola-pola khusus dalam proses penyelesaian masalah dengan tetap melibatkan unsur 3 pilar serta dinas terkait di antaranya dinas peternakan dan pertanian,” ungkap Kapolsek Kompol Budi.***abm

 

Laporan : Kasi Humas Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya

Editor : Agellanica

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*