Operasi Skala Besar Sat Sabhara Amankan Ratusan Botol Miras Import

WhatsApp Image 2017-02-19 at 14.47.47Surabayaraya, 19/2/2017 : Nekat buka dengan menjual Miras (Minum keras) yang belum dilengkapi ijin, beberapa kafe dan tempat hiburan mewah di razia oleh Anggota Unit Tipiring Sabhara Polrestabes Surabaya dan dibantu Satpol PP Kota Surabaya pada, Sabtu (18/2/2017) hingga Minggu (19/2/2017) dini hari.

Dari beberapa kafe tersebut , Unit Tipiring berhasil mengamankan juga menyita minuman beralkohol berbagai jenis yang di jual belikan yang di duga tidak memiliki izin TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) dan Siup MB (Surat Ijin Usaha Minuman Beralkohol).

Dalam razia ini empat kafe yakni, Cafe dan Bar The Goods Diner yang berada di Jalan Bali No.19 Surabaya kafe tersebut nekat buka padahal belum mengantongi ijin Siup MB dan TDUP, kafe Makasar, kafe  ImSO Kayon dan Suka Suka Kayon di Jl. Kayon Surabaya yang juga belum melengkapi Siup MB.

Di Cafe dan Bar The Goods Diner, anggota Tipiring Sabhara Polrestabes berhasil mengamankan 12 (dua belas) botol Miras Import berbagai merk yang berkadar alkohol lebih dari 40 persen yang dijual belikan tanpa memiliki ijin.

Usai merazia Cafe & Bar The Goods Diner ,Tim gabungan yang berjumlah puluhan orang tersebut bergerak melakukan razia di kafe karaoke yang berada di Jl. Kayon Surabaya yakni, kafe Makasar, SO Kayon dan Suka Suka Kayon. Dari ketiga kafe ini petugas Unit Tipiring Sabhara mengamankan ratusan botol miras berjenis Bir.

Kanit Tiiring Sabhara Polrestabes Surabaya, Ipda Satriono menjelaskan,
Petugas sengaja menyita miras di empat cafe dan Bar tersebut, karena ke empatnya sudah melanggar izin TDUP dan Siup MB.

“Barang bukti yang yang disita lanjut di bawa ke Mapolrestabes Surabaya. Selanjutnya pengelola atau pemiliknya bisa menyesaikan ijin dan setelah itu mengambil barang bukti yang disita”, kata Satriono kepada surabayaraya.com, Minggu (19/2/2017).

Ipda Satriono juga menambahkan, razia serupa akan dilakukan secara rutin dan untuk sasaran dan waktu razia, pihaknya akan merahasiakan, hal tersebut dilakukan untuk antisipasi agar giat razia tersebut tidak sampai bocor.

“Dikarenakan jika bocor kafe-kafe nakal tersebut akan menyembunyikan barang bukti yang mereka jual tanpa ijin, bahkan tidak sedikit kafe tersebut akan tutup lebih awal”,tutup Satriono. ***Ars