Nyopet HP Saat Pertandingan Bola di GBT, Dua Pelaku Ditangkap Petugas Polrestabes Surabaya

Dua copet saat diamankan di Pos Pam GBT Polrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya (06/08/2018) : Aksi nekad dua orang pelaku copet yang melancarkan aksinya ditengah-tengah Bonek Mania, saat pertandingan Persebaya Surabaya VS Persela Lamongan digagalkan oleh petugas pengamanan Polrestabes Surabaya.

Kedua copet ini adalah Agus Darsono (32), dan Raadif Salahudin (26) keduanya sama-sama warga Putat Jaya Timur, Surabaya.

Saat melakukan aksi copet, kedua pelaku ini mengambil dua handphone dari dua orang korban, yakni FI (16) asal Tambak Rejo Sekolahan Waru, Sidoarjo, dan DN (15) asal Desa Pepe, Sedati, Sidoarjo.

Di lokasi kejadian, korban mengaku pada saat itu, sekitar pukul 15.15 WIB, yakni beberapa saat sebelum pertandingan dimulai, korban yang masih berada diluar ditawari minum oleh kedua pelaku.

“Setelah saya minum, dia (salah satu pelaku) pinjam hape saya. Katanya mau telpon temannya. Tapi setelah saya kasih pinjam, mereka tiba-tiba kabur,” kata korban FI.

Menyadari ponselnya dibawa kabur, korban pun akhirnya berteriak, sehingga mengundang perhatian Bonek Mania lainnya. Beruntung, tak jauh dari lokasi kejadian, petugas Polrestabes Surabaya yang melakukan penyamaran segera mengejar pelaku.

Kepada petugas, kedua pelaku mengaku bahwa terhadap korban lainnya, keduanya menggunakan cara yang sama. Kedua pelaku akhirnya dapat diamankan dan dibawa ke Polrestabes Surabaya bersama dengan dua barang bukti, yakni ponsel merek Vivo Y71 dan ponsel merek Lava.

Sementara itu, di lokasi saat kedua pelaku diamankan, Kabag Ops. Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengatakan, bahwa dari peristiwa ini, merupakan imbas dari banyaknya masa yang datang untuk menonton pertandingan sepak bola.

“Hanya imbas saja, banyak orang yang memanfaatkan peluang dan ini juga dijadikan sebagai himbauan kepada masyarakat. Pada saat menonton pertandingan sepak bola, prinsip kehati-hatian mengamankan properti barang yang berharga itu harus di jaga oleh diri sendiri,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, prinsip kehati-hatian mengamankan properti barang yang berharga itu harus di jaga oleh diri sendiri itu, karena memang massa atau penonton di stadion ini banyak, sehingga pihak pengamanan tidak bisa mengawasi semuanya.

“Tadi sudah kami amankan dua orang pelaku jambret dan berhasil juga diamankan barang yang diambilnya. Ini berkat dari kerja sama juga masyarakat yang menjadi korban, dengan cepat meminta tolong kepada petugas, sehingga petugas bisa cepat merespons itu,” jelasnya.

Sehingga dengan demikian, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bambang mengungkapkan, apabila masyarakat tidak mempunyai kesadaran ini, maka itu juga akan menyulitkan petugas untuk melaksanakan pengamanan.

“Itu hanya bagian efek kecil saja yang diantisipasi dari awal. Jadi kecermatan dalam pola pengamanan ini, dari jauh-jauh hari sudah kami pertimbangkan,” pungkasnya.(asb)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*