Kapolsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya Memediasi Penolakan Pembangunan Gereja

IMG-20170514-WA0151

Polrestabes Surabaya (18/05/2017) : Bertempat di Ruko Mega Raya Surabaya telah terjadi aksi protes penolakan dari Warga  MWC NU Kecamatan Tenggilis Mejoyo terkait dengan berdirinya Gereja yang berada diwilayah RW IV Kelurahan Panjangjiwo, yang menganggap warganya khususnya Warga RW IV adalah mayoritas agama Islam/Muslim. Sabtu, 13 Mei 2017 Jam 10.00 – 14.00 WIB.

Berdasarkan surat dari Ketua MWC NU Kecamatan Tenggilis Mejoyo nomor : 13/PR- NU/P/V/2017 tanggal  12 Mei 2017 tentang penolakan terhadap berdirinya Gereja HFC (HAPPY FAMILY CENTER) di  Jl. Kali Rungkut no 1 – 3 Surabaya  Ruko Mega Raya  blok N no 5 – 6 Surabaya.

Dalam penolakan tersebut warga NU Kelurahan Panjangjiwo merasa banyak hal yang telah di langgar diantaranya, Peraturan bersama menteri Agama no 9 tahun 2006, Peraturan  Mendagri nomor 8 tahun 2006.

Adapun warga yang menolak berdirinya Gereja HFC (Happy Family Center) di Ruko Mega Raya tokoh Agama dan tokoh Masyarakat  (RT 02. 03. 04. 05  RW IV  dan ketua  takmir Mesjid HANAFI, Ketua Yasinta, Ketua Fatayat, Ketua Madin, Ketua TPQ, Ketua LPMK Kelurahan Panjangjiwo dan sekitar  50 orang warga turut membubuhi tanda tangannya.

Pada Jam  11.00 WIB telah tiba di lokasi Gereja HFC Ruko Megaraya yang mengatasnamakan  dari  FBM (Forum Beda tapi Mesra) yang terdiri dari KH. Ahmad Suyanto (Ketua FBM), Pendeta Ockta dari BAMAG, Tatang dari FBM, dan Wibisono dari FBM.

Maksud dan tujuan adalah untuk mengurus perijinan Gereja HFC yang berdirinya sampai saat ini tidak dilengkapi dengan ijin sesuai peraturan dan Undang undang yang berlaku.

Pada Jam 13. 00 WIB, Kanit Intelkam Poksek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya, Ipda Suwito SH, bersama warga Gereja dan pengurus BAMAG dan FBM mendatangi  Ketua RW. IV Kelurahan Panjangjiwo yang intinya mengurus Ijin Gereja.

Namun tanggapan dari Ketua RW. IV bahwa belum bisa mengijinkan karena masih ada keluhan dan penolakan dari warga. Pada Jam 14.00 WIB, Kanit Intelkam bersama warga Gereja dan team kembali dalam keadaan aman terkendali.

Dengan kejadian tersebut diatas Kapolsek Tenggilis  Mejoyo, Kompol Drs Eko Soedjarwo bersama Kanit Intelkam Ipda Suwito SH dan didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Panjangjiwo Aiptu H. Agus HU, memediasi dan mengkomunikasikan dengan Toga (Tokoh Agama) serta terhadap  instansi terkait  mulai dari RT. 01, RW. IV, Lurah Panjangjiwo dan Ka. Satpol PP sesuai  tupoksinya, agar situasi dapat diredam dan tetap kondusif.

Kata kanit Intel Ipda Suwito SH, melaporkan hasil analisa :

  • Situasi terakhir saat ini permasalahan yang menjurus kepada kelompok radikal dan intoleransi masih sangat kuat serta sangat potensial terjadinya kasus yang mengarah kepada SARA atau perpecahan, Gereja yang berada di Ruko Mega Raya adalah statusnya tidak memiliki ijin.
  • Permasalahan penolakan terhadap pendirian Gereja muncul sejak tanggal 12 Pebruari 2017 pada saat giat Cangkru’an di warga RW. IV Kelurahan Panjangjiwo.

Penolakan warga terhadap berdirinya Gereja yang dinilai melanggar aturan terutama Pasal 14, Peraturan Menteri Agama no 9/06 dan Peraturan Mendagri no 8/06.***lld

Laporan : Kasi Humas Polsek Tenggilis Mejoyo.

Editor : Jibril.