Kapolrestabes Surabaya Tampung Aspirasi Soal Penganiayaan Wartawan

IMG-20180219Polrestabes Surabaya (20/02/2018) : Kedatangan sejumlah wartawan yang tergabung dalam ‘Jurnalis Peduli Kriminalisasi’ guna menyampaikan aspirasinya ke Polrestabes Surabaya, mendapat respons dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan.

Aliansi wartawan yang datang ke Polrestabes Surabaya itu, guna meminta pihak Kepolisian untuk menangguhkan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang wartawan, berinisial SA, terhadap seorang wanita, berinisial IK yang bekerja sebagai waiters di Café Santoso, Surabaya.

Menanggapi kedatangan para wartawan tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan menyatakan bahwa pihaknya saat ini sudah menampung aspirasi yang telah disampaikan, yakni tentang dugaan penganiayaan yang terjadi baik apa yang dialami oleh IK maupun SA.

“Kami menerima dengan baik kedatangan dan maksud rekan-rekan media ini, yakni terkait kasus dugaan penganiayaan yang terjadi antara kedua belah pihak,” kata Rudi Setiawan, Selasa, (20/02).

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Café Santoso terjadi Senin, 11 Desember 2017 sekitar pukul 21.00 WIB lalu. Terhadap peristiwa ini, IK melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek Simokerto selalu penegak hukum di wilayah Kecamatan Simokerto.

Tidak hanya sampai disitu, dari pihak SA sendiri juga melapor ke Polsek yang sama atas dugaan penganiayaan yang juga dialaminya, yang diduga dilakukan oleh CK, selaku pemilik Café. Setelah menjalani serangkaian penyelidikan dan penyidikan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Rudi menegaskan, terkait penetapan tersangka terhadap kedua belah pihak yang saling lapor sudah sesuai dengan Standar Operasional Sistem (SOP). Karena dari keduanya, kepolisian telah memiliki alat bukti yang kuat. Baik bukti visum, CCTV dan saksi.

“Jadi sudah di proses sesuai prosedur yang ada, yang tentunya dengan alat bukti yang didapat,” pungkas alumnus Akpol 1993, yang sebagai mantan Diireskrimsus Polda Sumsel.***lld