Kapolrestabes Surabaya Gunakan 1000 CCTV Pantau Arus Mudik Jelang Lebaran

cctv3Polrestabes Surabaya, 22/06/17 : Ada penampakan berbeda saat memasuki ruang kerja Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal. Sebab saat masuk, terlihat terdapat 16 monitor ukuran besar yang menempel di dinding. Monitor tersebutlah yang digunakan untuk memantau arus lalu lintas di semua titik di Surabaya. Sebab monitor tersebut terkoneksi sekitar seribu CCTV di Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombespol M Iqbal menjelaskan pemasangan monitor yang terkoneksi dengan seribu CCTV itu tersebut memang sengaja ia lakukan untuk memudahkan dirinya untuk melakukan pemantauan di semua titik di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

Tidak hanya arus lalin saja yang menjadi pengamatannya, melainkan juga perumahan, khususnya yang digunakan sebagai tempat atau kantor beberapa konjen yang ada di Surabaya.

“Sehingga fokus kami bukanlah jalan raya saja, melainkan juga pemukiman dan perumahan.

Dengan ini, jika ada kejadian baik itu laka lantas ataupun tindakan kriminalitas maka bisa segera ditindaklanjuti,” ungkap Kombes Pol Mohammad Iqbal, Kamis (22/6).

cctv2Selain itu, dia juga bisa memonitor anggotanya di lapangan. Sehingga jika ada anggota yang bermalas-malasan dan tidak terjun ke lapangan untuk melayani masyarakat maka akan langsung ketahuan dan ditegur. Apalagi saat kondisi macet.

“Khususnya kondisi arus mudik saat ini, saya perhatikan selama seminggu terakhir kondisi lalu lintas di Surabaya sering macet,” terangnya.

Selain memasang monitor di ruang kerja, mantan Kabid humas Polda Metro Jaya ini juga membawa aplikasi tersebut keluar. Dia menghubungkan semua monitor di ruang kerjanya dengan tablet yang ia miliki. Sehingga ketika berada di luar ruangan dia tetap bisa melakukan pemantauan.

“Kalau saya sedang di mobil atau tempat-tempat yang lain, maka saya bisa memonitor kondisi Surabaya,” terangnya.

Mantan Kapolres Gresik dan Sidoarjo ini juga menjelaskan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan dengan maksimal. Tujuannya hanya memudahkan kinerja kepolisian. Hanya saja menurutnya secanggih apapun teknologi, tidak bisa menggantikan anggota yang berperan aktif dalam melakukan tugasnya.

“Saya berharap, tanpa merasa saya pantau setiap saat, anggota harus tetap melakukan tugasnya dengan penuh kedisiplinan dan tanggung jawab,” pungkasnya.***day