Kapolrestabes Surabaya dan Universitas Petra Surabaya Deklarasikan Anti Hoax

WhatsApp Image 2018-04-06 at 19.32.09Polrestabes Surabaya (06/04/18) : Perkembangan kemajuan teknologi yang semakin pesat diikuti oleh berkembangnya media komunikasi massa baik itu media online maupun media cetak dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menerima informasi yang datang dari berbagai  sumber. Informasi yang disebarkan oleh individual melalui media komunikasi lebih sering tidak memiliki pertanggungjawaban atas kebenaran informasi tersebut. Kondisi demikian menyebabkan masyarakat mudah terpengaruh oleh suatu berita tanpa mencari tahu kebenarannya sehingga berita tersebut menjadi suatu bentuk permasalahan (berita hoax).

Beredarnya berita hoax dapat menggiring Opini masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan. Selain itu, berita hoax juga dapat mengakibatkan mudah tersulutnya emosi masyarakat, merugikan siapapun yang menjadi objek pemberitaan tersebut sehingga dapat menyebabkan konflik berkepanjangan.

Pada acara “Hoax Buster” yang diselenggarakan oleh Universitas Petra Surabaya, bertindak sebagai Nara Sumber Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, SIK, SH, MH menghimbau kepada mahasiswa Universitas Petra Surabaya yang hadir agar bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menerima serta menshare berita. “Bagaimana kita harus cerdas dan bijak, di satu sisi informasi memenuhi kebutuhan kita dan di satu sisi yang lain ancaman buat kita. Jempolmu Harimaumu, bisa ketahuan yang share siapa. Jangan dikembangkan seperti itu” tegas Orang nomor satu di Polrestabes Surabaya ini, Jumat (06/04/18).

WhatsApp Image 2018-04-06 at 19.32.08Untuk mengantisipasi berita hoax, Polrestabes Surabaya memiliki Cyber Patrol di media sosial yang bertugas untuk menjaring akun-akun penyebar berita hoax. Kegiatan akun-akun penyebar posting-an yang berisi berita hoax, SARA dan ujaran kebencian akan terekam. “Jangan mudah kalau menerima berita, dikroscek dulu. Jadilah generasi anti hoax. Lihat beritanya tentang apa, dikroscek.Di internet itu sudah ada jejaknya. Kalau main hoax terdeteksi. Jangan dikira tidak bisa kita lacak” tegas Kapolrestabes Surabaya.

“Kita juga berkoordinasi dengan beberapa ahli yaitu ahli bahasa dan ahli komunikasi dalam mengidentifikasi seseorang, apakah bahasa yang digunakan dalam postingan tersebut mengandung unsur hoax dan ujaran kebencian atau tidak. Lantaran pelaku yang menyebarkan berita hoax dapat dijerat dengan Undang-undang ITE. Permasalahan hukum, akibatnya harus dipertanggungjawabkan” ujar Kombes Pol Rudi Setiawan, SIK, SH, MH.

Selain memberikan materi dengan tema “Cerdas mengelola dan meneruskan informasi”, pada kegiatan tersebut Kapolrestabes Surabaya bersama mahasiswa dan akademisi Universitas Petra Surabaya juga mendeklarasikan Anti Hoax serta Aksi tanda tangan sebagai dukungan terhadap Polri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*