Kaca Bus Pengangkut CJH Pecah Saat Perjalanan Menuju Juanda, ini Penjelasan Kapolsek Wonocolo

Posisi kaca bus Damri pengangkut CJH yang pecah saat perjalanan menuju bandara Juanda.

Polrestabes Surabaya (18/07/2018) : Kaca bus Damri dengan nomor lambung 4317 yang mengangkut Calon Jamaah Haji dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya kloter 4 mengalami pecah saat dalam perjalanan menuju bandara Juanda, Surabaya. Posisi kaca yang pecah itu berada di sebelah kanan tengah.

Saat menerima laporan atas kejadian ini, Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya, Kompol Budi Nurtjahjo, SH, MKn bersama dengan Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Totok Sumarianto, SH, MH. dan sejumlah anggota masing-masing Polsek langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Dugaan awal dalam perjalanan, kaca kanan tengah bus tersebut pecah akibat dilempar batu oleh orang yang tidak dikenal,” kata Budi Nurtjahjo.

Untuk memastikan penyebab pecahnya kaca bus yang mengangkut CJH ini, petugas langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Diketahui, sekitar pukul 06.30 WIB, di Jl. Raya Jemursari, Surabaya, yakni selatan pertigaan traffic light Raya Margorejo, dalam perjalanan rombongan CJH terkejut dengan suara ‘duk’ di dalam bus.

Berdasarkan keterangan saksi, yakni pengemudi bus, Dery Christian Efendi (32) asal Jl. Yos Sudarso, Desa Gedang, Kecamatan Porong, Sidoarjo, pada saat dirinya mengemudikan bus Damri nomor lambung 4317, posisi bus berada di urutan 9 dalam rombongan yang menuju ke bandara Juanda.

Kapolsek Wonocolo dan Kapolsek Tenggilis Mejoyo saat melakukan olah TKP kaca bus CJH pecah.

Ketika melewati Jl. Raya Jemursari, depan nomor 186 showroom Daihatsu dari arah utara ke selatan, bus Damri yang dikemudikannya kaca sebelah kanan nomor tiga dari belakang pecah.

“Sebelumnya semua penumpang bus mendengar suara ‘duk’ yang tidak diketahui asal sumber suaranya. Kemudian seorang penumpang meneriakkan bila kacanya retak,” aku Dery.

Beberapa detik kemudian, seorang yang duduk di bangku yang kacanya retak meneriakkan bahwa kacanya ambyar (pecah). Namun Dery tetap melanjutkan perjalanan ke bandara Juanda. Setibanya bus di dalam apron landasan pacu bandara, penumpang dioperkan ke bus cadangan yang saat itu selalu membuntuti menuju tangga pesawat.

Ketika di dalam bandara Juanda, Dery menanyakan ke sesama pengemudi bus ke 11 yang berada di belakangnya bahwa saat itu jalanan masih sepi, tidak ada orang sama sekali dan tidak ada orang yang melempar batu ke arah bus.

“Atas kejadian ini, tidak ada korban jiwa, dan sopir atas kejadian ini juga, dirinya melaporkan ke asisten manager bus Damri. Saat ini bus tersebut dalam proses penggantian kaca di kantor Damri,” jelas Budi Nurtjahjo.

Sementara itu, disekitar lokasi kejadian awal mula kaca bus diketahui pecah, Budi Nurtjahjo menuturkan, bahwa di sekitar Jl. Raya Jemursari depan showroom Daihatsu nomor 186, tidak ada pemukiman penduduk dan tidak ada penduduk.

Saat itu posisi bus berada di jalur paling kanan, sedangkan kanannya lagi sungai kecil yang membelah Jl. Raya Jemursari Surabaya. Di tempat kejadian juga tidak ada bekas batu atau ceceran kaca yang pecah. Sebelum lokasi itu sendiri, ada gundukan jembatan yang menghubungkan aliran air sungai Jemursari dengan Tenggilis.

“Kesimpulan dari kejadian tersebut, bahwa TKP Jl. Raya Jemursari depan nomor 186 bengkel showroom Daihatsu ikut wilayah hukum Polsek Tenggilis Mejoyo. Tidak ada saksi yang mengetahui bila bus rombongan calon jamaah haji kloter 04 kaca sebelah kanan tengah pecah dilempar batu oleh orang tidak dikenal,” tuturnya.

Budi juga mengungkapkan, bahwa dari kejadian ini tidak ada barang bukti, baik batu atau pecahan batu maupun pecahan kaca di TKP. Penumpang bus diantarkan sampai tempat tujuan dalam area apron landasan pacu bandara Juanda, tidak dioperkan ganti bus di TKP.

“Diduga kaca pecah akibat setelah melewati jalan gundukan jembatan sebelum TKP, walaupun saksi menjelaskan bahwa sebelumnya sudah menginjak rem ketika melewati gundukan,” pungkasnya.***cda

Laporan : Kasi Humas Polsek Wonocolo.

Editor : Saiful.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*