Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Ini Pesan Polrestabes Surabaya Kepada Pengusaha Hotel dan Tempat Hiburan

Surabayaraya.com – Setelah mengundang pengurus gereja dan pengusaha bahan kimia, Satbinmas Polrestabes Surabaya kembali melakukan kegiatan kemitraan. Kali ini bersama para Pengusaha Hotel dan Tempat Hiburan Se-Kota Surabaya Bertempat di Gedung Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Kamis (6/12/18).

Selain pihak Hotel dan Tempat Hiburan, Polrestabes Surabaya juga mengundang serta Ketua MUI Kota Surabaya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, Ketua FPI, Kasatpol PP, Kepala BPBD, dan PHRI Kota Surabaya.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simarmata menyampaikan permohonan maaf karena Kapolrestabes Surabaya tidak bisa hadir karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. Melalui AKBP Leonardus, Kapolrestabes Surabaya menyampaikan terima kasih kepada segenap undangan yang hadir pada pagi hari ini.

Dalam sambutannya, Wakapolrestabes Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rapat koordinasi dari Kepolisian bersama elemen masyarakat dalam hal ini para pengusaha Hotel dan Tempat Hiburan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas kamtibmas jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

“Ada beberapa point penting yang wajib diketahui oleh segenap undangan yang hadir antara lain yang pertama adalah perlunya menjaga keamanan dan ketertiban serta suasana sejuk di Kota Surabaya. Seperti diketahui bersama, bahwa sebelumnya Polrestabes Surabaya telah mengundang pihak pengusaha Bahan Kimia serta Pengurus Gereja untuk melakukan hal yang sama yaitu rapat koordinasi guna bersama-sama mewujudkan Kota Surabaya yang aman dan kondusif menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019,” ujar AKBP Leonardus.

Wakapolrestabes Surabaya juga menitip pesan kepada pihak Hotel dan Tempat Hiburan yang akan melaksanakan kegiatan pada Malam Natal dan Tahun Baru 2019 terutama yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak, agar pihak Kepolisian ditembusi / diberi tahu lebih awal. Sehingga Pihak Kepolisian dapat merencakan kegiatan pengamanan secara utuh dan menyeluruh demi terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Kedua, agar masyarakat / para pengusaha tidak melakukan pemaksaan penggunaan atribut Natal kepada para karyawannya sehingga menimbulkan isu-isu yang dapat menimbulkan suasana yang tidak kondusif di tengah masyarakat. Peningkatan Toleransi antar umat beragama sangat ditekankan dalam hal ini.

“Satu hal lagi yang menjadi point penting adalah apabila pihak Hotel atau Tempat Hiburan mendatangkan artis / orang asing di Surabaya. Hal ini tentu menjadi perhatian dari Pihak Kepolisian terutama artis/ orang asing yang didatangkan memiki basis massa yang besar sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan-kerawanan yang perlu diwaspadai bersama,” ujar AKBP Leonardus.

Wakapolrestabes Surabaya berharap pihak ormas manapun tidak melakukan aksi sweeping, serahkan semua pada pihak Kepolisian. Hal ini merupakan upaya saling menjaga keamanan dan ketertiban. Kendati demikian pihak hotel / tempat hiburan juga dihimbau untuk tidak melakukan aksi yang menimbulkan kemarahan dari ormas tertentu misal pesta miras, juga melakukan pesta dengan tarian striptis saat perayaan malam pergantian tahun.

“Mari kita melakukan hal-hal yang positif sehingga semua dapat mengawal hingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 dapat berjalan dengan aman, lancar dan sejuk,” tutur AKBP Leonardus.

Akhir tahun merupakan masa yang krusial, banyak kelompok radikal di beberapa daerah melakukan aksinya pada bulan Desember/ akhir tahun. Melalui forum ini, Wakapolrestabes Surabaya meminta kerjasamanya kepada seluruh elemen masyarakat apabila menemui hal-hal yang mencurigakan dapat melaporkan kepada pihak Kepolisian agar segera ditindaklanjuti sehingga tidak berdampak yang lebih luas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Ir. Antiek Sugiharti, M.Si sebagai narasumber menyampaikan beberapa arahan yang dapat dipedomani oleh pihak Hotel dan Pengusaha Hiburan di Kota Surabaya, antara lain Kewajiban dan Larangan. Selain itu Dinas Pariwisata juga menyampaikan bahwa Jam Operasional yang diperkenan saat malam pergantian tahun adalah sampai pukul 04.00 Wib khusus diberikan kepada Kelab Malam, Diskotek, Pub (Rumah Musik), dan Karaoke Dewasa saja.

Kegiatan ditutup dengan Penandatanganan Deklarasi Aman, Damai dan Damai dalam rangka perayaan Natal 2018 dan malam pergantian Tahun Baru 2019 di Kota Surabaya. Ada 6 Point yang disepakati dalam deklarasi tersebut yang pada intinya bersedia bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta saling menghormati hak-hak setiap masyarakat Kota Surabaya.***day

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*