Gelar Operasi Yustisi, Polsek Sukomanunggal Temukan Pasangan Bukan Suami Istri Tinggal Satu Kamar

Polrestabes Surabaya (10/07/2108) : Pasca peledakan bom di Pasuruan, Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya bersama dengan Tiga Pilar melaksanakan operasi yustisi dengan maksud menertibkan administrasi bagi pendatang baru yang ada di wilayah hukum Polsek Sukomanunggal, Senin, 9 Juli 2018.

Operasi yustisi yang dilakukan oleh Tiga Pilar dengan mengedepankan dari pihak Satpol PP Kecamatan Sukomanunggal, sedangkan TNI-POLRI, sifatnya hanya mem-back up kegiatan tersebut.

Kegiatan operasi yustisi dipimpin oleh Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Muljono, S.H. M.H, yang diikuti Kanit Binmas AKP Novi H; Muktar, Kasatpol PP Kecamatan Sukomanunggal; Efi Katarini, Lurah Sonokwijenan; Ananda Sojona, Ketua RW 1 sinokwijenan; dan Eko Harsono, Ketua RT 5 RW 1.

Sasaran dari operasi yustisi adalah rumah kontrakan dan indekos yang berada di Jl. Sonorejo RT 5 RW 1, Kelurahan Sonokwijenan dengan melakukan pemeriksaan 30 orang yang terdiri dari 14 orang perempuan, 15 orang laki-laki dengan kartu identitas KTP luar kota.

Dari hasil operasi ini sendiri, Muljono mengatakan, terdapat satu pasangan bukan suami istri yang kedapatan tinggal di salah satu kamar di indekos tersebut. Pada saat dilakukan pendataan, pasangan ini tidak dapat menunjukkan surat nikah, sebagai bukti pasangan suami istri yang sah. Sepasang kekasih ini diketahui bernama Rianto dan Diana.

“Untuk penduduk yang dari  luar kota, kebanyakan  pekerja di Surabaya. Sedangkan yang pasangan tanpa surat nikah dibawa dan diberi pengarahan oleh Satpol PP kecamatan Sukomanumggal,” kata Muljono.

Sementara itu, Muchtar menjelaskan, bahwa tujuan dilakukan operasi yustisi tersebut, untuk mencegah penyakit masyarakat atau penyakit sosial lainnya. Seperti Miras, Narkoba, pelaku 3C serta identitas kependudukan.

“Operasi yustisi ini, apabila ditemukan penghuni indekos yang tidak mempunyai kartu identitas atau KTP akan diberi sosialisasi atau penjelasan, agar secepatnya melakukan pengurusan surat-surat. Apabila dalam operasi selanjutnya masih ditemukan pelanggaran, akan dilakukan tindak pidana ringan (Tipiring),” ujar Muchtar.

Dalam pelaksanaan operasi yustisi tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap masing-masing kamar dan tidak ditemukan penghuni atau penduduk musiman yang tidak mempunyai kartu identitas. Dinyatakan Muchtar, semua dalam keadaan lengkap hanya sepasang kekasih yang tidak mempunyai surat nikah.

Dengan pasca terjadinya peledakan bom  di Pasuruan, operasi yustisi akan ditingkatkan untuk menjaga keamanan wilayah Surabaya, agar bebas dari gangguan terhadap orang atau kelompok yang ingin menimbulkan situasi Kamtibmas yang tidak kondusif, karena keamanan di Surabaya adalah tanggung jawab bersama.***cda

Laporan : Kasi Humas Polsek Sukomanunggal.

Editor : Saiful.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*