Diiming-iming cair Rp. 15 juta per UKM, ratusan warga Rungkut Kidul kena tipu

WhatsApp Image 2017-12-29 at 20.57.39

Polrestabes Surabaya (29/12/2017) : Menjelang Pemilihan Kepada Daerah 2018 mendatang ada banyak kerawanan yang dimungkinkan bisa terjadi. Salah satunya kekhawatiran itu ialah upaya tipu gelap yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Kekhawatiran itu pun terjadi. Sedikitnya 150 orang warga Jalan Rungkut Kidul, Surabaya tertipu oleh seorang oknum bernama Santi. Wanita paruh baya itu melakukan penipuan dan penggelapan terhadap warga dengan iming-iming pencairan dana UKM (Usaha Kecil Menengah).

Kapolsek Rungkut Polrestabes Surabaya, Kompol Esti Setija Oetami saat mendapat laporan dari warga langsung mendatangi lokasi. Esti mendatangi Abdul Mujib yang merupakan tokoh masyarakat setempat yang juga menjadi korban aksi penipuan itu.

Abdul Mujib yang merupakan warga Jl. Rungkut Kidul Kauman, RT. 01 RW 03, Kelurahan Rungkut Kidul Kecamatan Rungkut, Surabaya itu menceritakan awal mula terjadinya aksi penipuan yang dilakukan oleh Santi. Santi datang kepada dirinya dengan mengaku orang Wakil Gubernur Jawa Saifullah Yusuf.

“Penipuan dan atau Penggelapan yang dilakukan oleh pelaku wanita yang mengaku sebagai orang Wagub Jatim ini, melakukan penipuan dengan modus memberikan bantuan uang untuk UKM sebesar Rp. 15 juta per UKM,” kata Esti, Jumat, (29/12).

Terhadap Abdul Mujib, Santi meminta agar warga dikumpulkan dan dipertemukan dengan dirinya. Pada saat dipertemukan inilah, kemudian Santi mengatakan kepada warga, bahwa diharapkan bagi warga yang sudah dibantu dapat memberikan suaranya kepada Gus Ipul dan Azwar Anas untuk Pemilihan Gubernur 2018.

“Selanjutnya untuk Pemilihan Presiden 2019, suara diberikan Ke Jokowi,” jelas Esti.

Pada hari Selasa, 26 Desember 2017 pukul 19.00 WIB di Jl. Rungkut Kidul Gang 3 Kauman, Surabaya Santi menunjuk tokoh masyarakat setempat, yakni Abdul Mudjib sebagai ketua panitia untuk mengumpulkan sekitar 150 warga yang akan diberi dana hibah Rp. 15 juta per UKM.

Dana itu guna mengembangkan usaha kecil menengah (UKM), dengan ketentuan setiap UKM membayar untuk buka rekening BNI atau Mandiri Rp. 500 ribu serta biaya admin Rp. 40  ribu. Selanjutnya Pada hari Kamis, 28 Desember 2017, pukul 08.00 WIB di Jl. Rungkut Kidul Gang Kauman, warga dikumpulkan.

Santi bersama panitia warga setempat warga yang mendaftar UKM diminta untuk membayar Rp. 500 ribu dengan alasan untuk buka rekening. Selanjutnya pelaku Santi mengajak warga sebanyak 150 orang secara bertahap dengan menumpang angkutan Uber ke Bank BNI atau Mandiri Jl. Basuki Rahmat Surabaya.

“Namun setelah warga ada di bank yang dimaksud, pelaku menghilang. Warga pun kemudian merasa tertipu dan melaporkan kejadian ini kepada kami, dan saat ini aksi tipu gelap ini sedang kami selidiki,” tandas Esti.***lld

Laporan : Kapolsek Rungkut.

Editor : Saiful.