Curi Uang Notaris Rp. 15 Juta, Mantan OB Masuk Bui Polsek Dukuh Pakis

Polrestabes Surabaya (14/01/2019) : Keinginan untuk memiliki rumah sendiri, tampaknya membuat Faizal Zaenuri, gelap mata, Kamis, (10/01).

Pria berusia 23 tahun yang merupakan mantan Office Boy (OB) sebuah kantor notaris di Ruko Darmo Park, Jl. Mayjen Sungkono, Surabaya ini, nekad mencuri uang senilai Rp. 15 juta di bekas tempat dia bekerja.

Kapolsek Dukuh Pakis AKP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, Faizal melakukan pencurian dengan cara merusak jendela belakang kantor notaris.

“Kemudian pelaku juga merusak pintu kamar dan merusak laci. Lalu pelaku mengambil uang yang berada di laci tersebut dengan menggunakan alat berupa plat besi,” kata Anggi.

Aksi pencurian oleh Faizal ini, awal mulanya diketahui oleh Desy Ayu Wulandari, pegawai kantor notaris tersebut. Desy mengetahui jendela bagian belakang telah rusak dan terbuka.

Desy kemudian mengecek seluruh isi kantor, dan ditemukan pintu ruangan kerja notaris dalam keadaan rusak. Desy pun bergegas memberitahu Tikno Tjindro Mulyo pemilik kantor.

Tikno juga melakukan pengecekan dan dia mendapati adanya laci meja kerja yang didalamnya berisikan uang Rp. 15 juta sudah tidak ada.

“Kemudian saksi dan korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Dukuh Pakis, dengan adanya laporan ini, anggota bergerak cepat melakukan olah TKP,” terang Anggi.

Anggi menjelaskan, dari hasil rekaman CCTV, terlihat seorang laki-laki yang ternyata dikenali oleh pemilik kantor sebagai mantan OB nya.

Selanjutnya, Unit Reskrim yang dipimpin oleh IPDA Soedjatmiko menyebar anggota untuk memburu Faizal. Faizal pun tertangkap Jumat, (11/01/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Faizal berhasil di tangkap beserta barang bukti dirumahnya di Rusunawa Ngelom, Taman, Sidoarjo. Selanjutnya Faizal dan barang bukti dibawa ke Polsek Dukuh Pakis untuk proses lebih lanjut.

Barang bukti itu sendiri diantaranya adalah uang tunai Rp. 6.819.000; satu buah tas warna cokelat; satu plat besi warna silver kondisi bengkok; dan kuitansi pembayaran rusun serta barang kebutuhan rumah tangga yang dibeli pelaku dengan uang hasil curiannya.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian,” pungkas Anggi.(asb)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*