Bersama Rayon VI Polrestabes Surabaya, Polsek Wonocolo Amankan Aksi Massa di Kantor Disnaker

Polrestabes Surabaya (01/09/2018) : Bertempat di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya Jl. Jemursari Timur II/2 Surabaya, Polsek Wonocolo bersama Rayon VI Polrestabes Surabaya yang terdiri dari Polsek Tenggilis dan Polsek Rungkut serta sejumlah anggota dari Polrestabes Surabaya melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa karyawan PT Platinum Ceramic Industry. Jumat, (31/08/2018).

Para buruh yang berjumlah sekitar 700 orang dan tergabung dalam DPC FSP BPU KSPSI Kota Surabaya ini, dikoordinatori oleh Ali Ghozi selaku ketua PUK SPSI PT. Platinum. Ratusan karyawan PT. Platinum Ceramics Industry (DPC FSP BPU KSPSI Kota Surabaya) melakukan aksi mogok kerja dan menyuarakan sejumlah tuntutan.

Tuntutan-tuntutan itu sendiri diantaranya adalah mempekerjakan kembali 44 orang karyawan termasuk pengurus dan anggota di PT. Platinum Ceramics Industry yang  telah di skorsing. Masa juga menuntut agar upah 44 orang pekerja PT. Platinum Ceramics Industry yang di skorsing di bayar sesuai janji yang telah diberikan.

Sementara tuntutan lain, buruh meminta agar Disnaker Kota Surabaya mengusut dan menindak tegas PT. Platinum Ceramics Industry yang telah melakukan PHK kepada pengurus PUK (Union Busting) dan Pelanggaran Tindak Pidana Ketenagakerjaan.

Massa aksi mendatangi kantor Disnaker Kota Surabaya dengan mengendarai 1 unit mobil komando Pick Up, 3 unit truck bak terbuka, dan kendaraan bermotor roda dua sebanyak 200 unit serta membawa bendera serikat, poster dan spanduk yang bertuliskan sejumlah tuntutan.

Dari pemantauan dilokasi, sekitar Pukul 10.00 WIB yang bertempat di ruang rapat PT. Platinum Ceramics Jl. Karang pilang Barat nomor 201 Surabaya dilaksanakan pertemuan antara perwakilan buruh dengan manajemen perusahaan PT. Platinum Ceramics Industry yang di mediasi oleh Leli dari Disnaker Propinsi Jatim dengan diikuti sekitar 11 orang.

Dalam mediasi tersebut disimpulkan bahwa untuk menghindari PHK, pihak manajemen platinum menyampaikan masih dikoordinasikan dengan pimpinan dan yang mewakili perusahaan tidak punya wewenang memutuskan karena yang berhak memutuskan saat ini masih mendampingi pimpinannya bersama kuasa hukum ke DPRD Kota Surabaya, dengan penyampaian dari pihak perwakilan tidak ada titik temu.

Pukul 10.50 WIB Massa aksi dari DPC FSP BPU KSPSI Kota Surabaya tiba di Disnaker Kota Surabaya namun tidak melakukan aktivitas apapun sambil menunggu hasil perundingan dari DPRD Kota Surabaya. Kemudian pada pukul 13.50 WIB di ruang Komisi D DPRD Kota Surabaya Jl. Yos Sudarso Surabaya dilaksanakan Hearing terkait Permasalahan Karyawan PT. Platinum Ceramics Industry.

Hearing terkait Permasalahan Karyawan PT. Platinum Ceramics Industry ini diikuti oleh sekitar 15 orang sebagai Pimpinan Hearing Ketua DPRD Kota Surabaya Ir. Armudji. Hasil dalam mediasi tersebut pada intinya adalah tidak ada kesepakatan atau titik temu antara manajemen PT. Platinum dan DPC SPSI Kota Surabaya.

Hearing terkait Permasalahan Karyawan PT. Platinum Ceramics Industry telah selesai dilaksanakan, massa aksi melakukan konsolidasi di depan halaman Disnaker Kota Surabaya dipimpin oleh Safii selaku sekretariat DPC SPSI Kota Surabaya. Aksi unjuk rasa dari DPC FSP BPU KSPSI Kota Surabaya selesai dengan situasi yang aman dan tertib.***rh

Laporan : Kasi Humas Polsek Wonocolo.

Editor : Saiful.