Bemaksud Menolong Rekannya, Siswa SMP Ini Ikut Tenggelam

Surabaya – “Tolong, tolong, toloooong…!” Teriakan histeris itu menggema di Jalan Jenggolo IV, Sidoarjo, kemarin sore.

Tak lama kemudian, suara tersebut terdengar makin pelan, lalu hilang.

Teriakan minta tolong itu berasal dari tiga siswa SMP yang terseret arus deras Sungai Pucang. Kejadian memilukan tersebut bermula ketika enam siswa SMPN 5 Sidoarjo pulang sekolah. Mereka adalah Moch. Ruli Kurniawan, Deni Arianto, Muhammad Aksan, Dafaldi, Nur Aliansyah, dan Salva. Semuanya siswa kelas VII.

Sampai di Kali Pucang, Dafaldi dan Ruli mengajak teman-temannya berenang. Kala itu air sungai sedang tinggi-tingginya. Enam siswa itu lantas bergegas melepas baju seragam. Namun, hanya tiga anak yang berani berenang. Yaitu, Ruli, Dafaldi, dan Aksan.

Saat itu di Kali Pucang tampak styrofoam mengapung. Melihat itu, Ruli dan Dafaldi meloncat lebih dulu ke sungai. Styrofoam tersebut mereka jadikan pelampung. Semula tak ada masalah. Mereka asyik bersenda gurau.

Namun, kegembiraan bocah-bocah itu berangsur menjadi petaka. Sebab, arus air semakin deras. Dua bocah tersebut berusaha mencari pegangan. Tak berhasil. Mereka akhirnya hanyut. Sebelum tenggelam, mereka berteriak meminta tolong. Mendengar teman-temannya hanyut, Aksan berusaha menolong. Dia melompat ke sungai. Namun, tubuh kecilnya kalah melawan derasnya arus. Malang, Aksan yang berniat menolong dua sahabatnya itu malah terseret air juga.

Seorang warga setempat, M. Agung, mendengar teriakan minta tolong sekitar pukul 15.30. Bersama warga, dia berupaya menolong siswa-siswa malang itu. ’’Tapi, mereka sudah terseret jauh,’’ ucapnya.

Warga lantas berupaya meloncat ke sungai untuk mencari tiga bocah tersebut. Tapi, upaya itu sia-sia. ’’Saya sempat melihat rambut anak-anak itu sebelum tenggelam,’’ kata Agung, sedih.

Kapolsek Kota Sidoarjo Kompol Supiyan menyatakan, tim evakuasi segera turun ke sungai. Mereka mengerahkan perahu karet untuk mencari tiga anak tersebut. Pihaknya juga berkoordinasi dengan nelayan di Bluru Kidul dan Kepetingan. ’’Kami meminta memasang jaring untuk menangkap tubuh korban,’’ jelasnya.

Sekitar pukul 20.00 tadi malam, jasad Aksan ditemukan di dekat jembatan penyeberangan Kali Pucang. Korban langsung dibawa ke RSUD Sidoarjo.

Aksan yang biasa disapa Aan dikenali dari pakaian yang dikenakan. Jasad siswa berusia 13 tahun itu langsung dibawa ke ruang forensik. ”Untuk visum luar,” kata Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan SpP.

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*