Asisten Rumah Tangga Nekad Curi Perhiasan Majikan, Begini Akibatnya

Polrestabes Surabaya (10/07/2018) : Asisten rumah tangga, yang seharusnya menjaga amanah dengan baik, terutama saat tuan rumah sedang bepergian, nampaknya tak berlaku bagi Damaris Kase.

Wanita berusia 33 tahun asal Jl. Peke, Desa Skinu, Toianas, Timor Tengah, Selatan Nusa tenggar Timur itu, diduga sebagai pelaku pencurian sebuah kotak berisi perhiasan emas.

Damaris sendiri bekerja kepada Rendra Ariadwianto sebagai pembantu rumah tangga di Perum Margorejo Indah Surabaya atau Darmahusada III/4, Surabaya, telah melakukan tindak pidana pencurian.

Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya, Kompol Budi Nurtjahjo mengatakan, Damaris diduga sebagai pelaku pencurian yang terjadi di Perum Margorejo Indah.

Pada saat itu, Rendra pemilik dan keluarganya berikut salah seorang pembantunya yang bernama Wiwid keluar rumah untuk menghadiri acara halal bi halal, Minggu 8 Juli 2018 sekitar pukul 13.15 WIB.

“Yang masih berada di dalam rumah saat itu adalah pembantu lainnya, yakni pelaku ini,” kata Budi Nurtjahjo.

Sekitar pukul 17.00 WIB, ketika Rendra kembali ke rumah seusai menghadiri acara halal bi halal, mendapati kamarnya dalam keadaan berantakan dan brankas kecil (safety box) yang berisikan perhiasan emas yang disimpan di dalam lemari hilang.

Pembantu yang menjaga rumah, yakni Damaris Kase, pada saat itu juga tidak ada, sedangkan pintu pagar maupun  gemboknya tidak rusak.

“Perhiasan di dalam kotak itu, diperkirakan senilai Rp. 180 juta,” ujar Budi.

Mengetahui hal ini, Rendra pun segera melapor ke Polsek Wonocolo. Budi Nurtjahjo yang juga mendapati laporan ini, bersama dengan Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo, dan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi kejadian.

Setelah dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Budi menuturkan, sekitar pukul 20.00 WIB istri Rendra mendapat telepon di nomor telepon rumahnya dari seseorang yang tidak dikenal, meminta agar mentransfer uang sebesar Rp. 10 juta.

“Penelepon misterius itu, meminta uang guna membebaskan pembantu dan mengembalikan brankasnya. Namun oleh keluarga pelapor perintah telepon tersebut diabaikan,” tuturnya.

Sementara itu, dari hasil olah TKP, Budi menyatakan, bahwa diduga kuat pelaku pencurian ini adalah pembantu Rendra sendiri, yakni Damaris Kase.

Sedangkan pada saat petugas Unit Resmob Satreskrim (cek pos) bahwa keberadaan pelakunya berpindah-pindah lokasinya, pertama di daerah Pucang, kedua di daerah Dukuh Kupang, dan terakhir di daerah Margorejo.

Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB diketahui bahwa pembantu tersebut sedang diantarkan oleh seorang satpam Hotel Santika Jl. Pandegiling dan berada di depan plaza Marina.

Damaris berhasil ditangkap dan diamankan oleh Tim Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Wonocolo yang di pimpin Kanit Reskrim.***cda

Laporan : Kasi Humas Polsek Wonocolo.

Editor : Saiful.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*