Aiptu Pudji Hardjanto : IDENTIFIKASI KORBAN BENCANA, HARUS CEPAT ATAU HARUS BENAR ?

Aiptu Pudji Hardjanto
Anggota Inafis Polrestabes Surabaya saat memberikan materi proses indentifikasi.

Polrestabes Surabaya (16/06/2018) : Indonesia dengan segala keindahan serta berbagai nikmat kekayaan alam yang sudah sepatutnya kita syukuri dan kita banggakan, namun dibalik itu negara kita secara geografis dan struktur geologis bisa dikatakan sebagai kawasan rawan bencana.

Baca juga : Aiptu Pudji Hardjanto : Serangkaian Prosedur Tindakan yang Harus Dilaksanakan Saat Proses Identifikasi

Baik bencana alam berupa gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, tsunami, banjir kebakaran hutan dan lahan dan lain-lain, maupun bencana non alam seperti kecelakaan pesawat, kecelakaan kapal laut, kebakaran bangunan, kegagalan teknologi, wabah penyakit serta terorisme.

Seberapapun besarnya usaha manusia untuk menghindari dan meminimalisir terjadinya bencana namun hadirnya bencana seringkali diluar prediksi dan tidak bisa dihindari.

Beberapa waktu lalu yang sangat mengejutkan dan menimbulkan kepedihan yang sangat mendalam adalah terjadinya bencana kemanusiaan yang dilakukan oleh para  pelaku terorisme di kota Pahlawan Surabaya.

Kemudian terjadinya kebakaran rumah indekos yang menimbulkan delapan korban jiwa di kota yang sama, lalu yang terakhir bencana kecelakaan kapal motor Arista di perairan Sulawesi dengan korban belasan orang meninggal dunia.

Pemerintah melalui Undang-undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh factor alam dan atau factor non alam maupun factor manusia yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Dalam hal terjadinya bencana, maka adalah kewajiban para otoritas terkait untuk melaksanakan rangkaian kegiatan sesuai dengan bidang tugas dan kewajibannya dalam penanggulangan pasca bencana.

Pertama adalah Search And Rescue (SAR) melaksanakan tugas utama dalam hal mencari, menemukan para korban baik yang sudah meninggal maupun yang masih bisa diselamatkan untuk dibawa ke rumah sakit maupun pos pelayanan medis.

Kegiatan berikutnya adalah upaya penyelidikan penyebab bencana, terutama dilakukan untuk bencana non alam maupun bencana sosial. Penyelidikan sangat penting untuk dilakukan untuk mencari berbagai factor penyebab dan berbagai masalah yang melatarbelakangi terjadinya bencana.

Bukan hanya untuk mencari pihak-pihak yang harus bertanggungjawab, namun lebih dari itu, bahwa hasil dari penyelidikan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk mengantisipasi serta mencegah agar bencana serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

Kalaupun tidak bisa terhindarkan maka penanggulangan bencana bisa dilaksanakan dengan lebih baik, benar, cermat dan tepat.

Kegiatan terakhir pasca bencana namun tidak kalah pentingnya adalah identifikasi korban bencana. Proses identifikasi ini tidak boleh terlewatkan karena proses identifikasi tidak hanya berguna untuk menyusun kerangka rekontruksi terjadinya suatu peristiwa.

Namun identifikasi korban maupun pelaku merupakan kewajiban bagi para penyidik untuk memenuhi hak asasi para korban itu sendiri.

Yakni hak untuk dikenali lalu diserahkan kepada keluarga korban agar bisa dilakukan pemakaman ataupun dikremasi sesuai dengan ajaran agama dan keyakinan yang dianutnya.

Penulis :

Aiptu Pudji Hardjanto

Anggota Inafis Polrestabes Surabaya

Mahasiswa Magister Forensik Universitas Airlangga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*